MENGENANG! Tragedi Tsunami Aceh 26 Desember 2004

Share Button

Bencana yang amat besar pernah terjadi 12 tahun yang lalu di samudra hindia yang memnyebabkan terjadi gempa berskala tinggi di bawah laut yang terjadi pukul 00:85:53 UTC pada hari Minggu, 26 Desember 2004 yah tepatnya 12 tahun yang lalu, iya tujuan artikel ini untuk mengenang tragedi memilukan tersebut agar kita senantiasa selalu mendoakan ibu pertiwi ini.

MENGENANG! Tragedi Tsunami Aceh 26 Desember 2004

Banyak tangisan dan banyak kesedihan yang teramat dalam yang hingga kini masih menyelimuti mereka yang ditinggalkan sanak saudara mereka terabawa ombak Tsunami.

Berikut Kronologi Gempa :

Gelombang raksasa tsunami menghancurkan Aceh 26 Desember 2004. Sebelumnya terjadi gempa hebat di dasar laut dekat Pulau Simeuleu. Berikut kronologi bencana tsunami sepuluh tahun lalu.

MENGENANG! Tragedi Tsunami Aceh 26 Desember 2004

Sumber Foto : Deutsche Welle

26 Desember 2004: Pukul 7.59 waktu setempat, gempa berkekuatan 9,1 sampai 9,3 skala Richter mengguncang dasar laut di barat daya Sumatra, sekitar 20 sampai 25 kilometer lepas pantai. Hanya dalam beberapa jam saja, gelombang tsunami dari gempa itu mencapai daratan Afrika.

27 Desember: Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan tsunami di Aceh sebagai bencana kemanusiaan terbesar yang pernah terjadi. Bantuan internasional mulai digerakkan menuju kawasan bencana. Kawasan terparah yang dilanda tsunami adalah Aceh, Khao Lak di Thailand dan sebagian Sri Lanka dan India.

30 Desember: Sekretaris Jendral PBB saat itu, Khofi Annan, menyebut jumlah korban sedikitnya 115.000 orang tewas. Jerman mengirim pesawat militer yang berfungsi sebagai klinik darurat ke kawasan bencana. Militer Jerman Bundeswehr dikerahkan untuk membantu korban bencana.

31 Desember: Indonesia dinyatakan sebagai kawasan bencana tsunami terparah. Pemerintah Indonesia menyebut korban tewas akan melebihi 100.000 orang.

1 Januari 2005: Kapal induk Amerika Serikat “USS Abraham Lincoln” tiba di perairan Sumatra untuk membantu evakuasi korban dan penyaluran bahan bantuan. Helikopter Amerika Serikat dikerahkan dari kapal induk untuk membagikan bahan bantuan terpenting ke kawasan bencana di Aceh.

2. Januari 2005:Masyarakat internasional menjanjikan bantuan untuk kawasan bencana tsunami senilai 2 miliar US$.

4 Januari 2005: PBB menyatakan jumlah korban lebih banyak dari perkiraan semula, sedikitnya 200.000 orang tewas.

5 Januari 2005: Eropa memperingati korban tsunami dengan aksi mengheningkan cipta di berbagai kota besar dan dalam sidang parlemen. Jerman menyatakan sekitar 1.000 warganya yang sedang berwisata di Asia Tenggara hilang. Pemerintah Jerman memutuskan bantuan senilai 500 juta Euro untuk bantuan kemanusaiaan dan pembangunan kembali di kawasan bencana.

14 Maret 2005: Indonesia dan Jerman mulai membangun sistem peringatan dini tsunami. Perangkat teknisnya merupakan sumbangan Jerman kepada Indonesia, senilai 40 juta Euro. Sistem itu dikenal sebagai GITEWS (German Indonesian Tsunami Early Warning System). Tahun 2008 dikembangkan menjadi InaTews (Indonesia Tsunami Early Warning System).

19 Maret 2005: Sekitar 380 tentara Jerman yang bertugas di kawasan bencana kembali ke pangkalannya. Selama bertugas, mereka merawat sekitar 3.000 pasien korban bencana. Masyarakat Jerman mengumpulkan sumbangan bencana Tsunami senilai 670 juta Euro.

Sumber Data:http://www.dw.com/id/kronologi-bencana-tsunami-2004-di-aceh

Seperti kata pepatah badai pasti berlalu dan seiringnya dengan waktu semuanya kembali normal, bantuan demi bantuan terus berdatangan dari para relawan yang berbaik hati membantu memulihkan perekonomian masyarakat Aceh, dan seperti ini tampak Aceh setelah melewati Tragedi tersebut :

Sumber Foro : Rappler

Mari kita sama-sama mendo’akan agar Ibu Pertiwi ini senantiasa dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Esa dan selalu di hindari dari bencana besar.

 

 

Share Button

Add a Comment

support
icon
Butuh Bantuan?
Close
call
082111456227
skype
Skype Chat
skype-phone
Skype Call
menu-icon
Support Ticket